Repelita.online // Tebo – Pihak management RSU Setia Budi yang sebelum nya memberikan Klarifikasi kepada media ini, atas beredarnya informasi melalui media online dan sosial media, atas kelalaian pihak RSU dalam menangani bayi yang tidak memiliki lubang anus hingga mengakibat kan penindakan lanjutan berupa operasi terhadap bayi.
Eko dari management RSU Setia Budi mengatakan, ” apa yang diberitakan di luar sana, kami dari pihak rumah sakit menyatakan semuanya tidak sesuai. Karena kami dibilang tidak tanggap dan tutup mata, padahal dari pihak kita bahkan dari owner kami sudah langsung telephone pak risky orang tua dari bayinya. Kita pingin-nya bisa mediasi bareng-bareng setelah proses operasi selesai dan pulih. Dan untuk kronologi kasusnya sendiri, berikut dokter Desma atau dokter jaga kita yang menangani bayi itu secara langsung untuk menjelaskan”, tuturnya

Dokter Desma menjelaskan,” keluhan awalnya, bayi yang lahiran malam sebelum nya tersebut mengalami muntah-muntah, dan ketika saya periksa, ternyata perutnya distensi atau kembung, maka saya periksa dan carilah permasalahan pada bayinya. Betul itu anus nya memang ada, tapi kecil, maka saya anjurkan untuk dirujuk ke RSUD Hanafi untuk specialis bedah anak, karena di sini tidak ada dokter spesialis bedah anak, jadi kita urus lah, tapi masih menunggu proses semalaman, dan barulah pagi sekira jam 8.00 an kami rujuk ke RSUD Hanafi.
Ketika tim bertanya kronologi lengkapnya dan siapa-siapa tenaga medisnya, Eko dari management menegaskan ” setelah di operasi, dokter putri eh..dokter dona yang meng-observasi bayi tersebut dan hasilnya di beritahukan ke pada dokter anak yaitu Dokter Hikmah, maka setelah itu dirawat gabung dan bayi tersebut memang sudah Buang Air Besar (BAB) tapi memang lubang anusnya kecil. Keesokannya di lanjutkan lagi dengan Dokter Desma sebagai dokter jaga selanjutnya, dan ketika bayi ada masalah lainnya , maka di observasi lagi oleh dokter jaga dan di beritahukan kepada dokter anak dan di sarankan untuk operasi Bedah anak ke RSUD Hanafi Bungo, dan waktu lahiran sampai kepada rujukan nya itu, kurang lebih 24 jam lah dan yang kami sayangkan itu, bahwa dalam pemberitaan media, bayi tersebut tidak memiliki lubang anus”, tutupnya.
Sementara Rizky 30 tahun, ayah dari bayi saat di konfirmasi media ini “saya ingin menyampaikan kekecewaan terhadap sikap Direktur Rumah Sakit Setia Budi dan Owner nya, terhadap persoalan kelalaian tugas dokter menangani anak kandung saya saat proses lahiran. Saya di undang untuk klarifikasi permasalahan. Peristiwa tentang bayi lahir tanpa anus yang beredar di media sosial Facebook maupun pemberitaan media online”, tuturnya

” Owner RSU Setia Budi Siti Nurhasanah, melalui Eko prastiyo meminta agar saya, menghapus kabar yang beredar di media sosial. Dan saya pun mau menghapus yang di facebook jika 3 tuntutan saya di kabulkan. Kalau media online itu bukan wewenang saya”, ungkap rizky.
Adapun 3 poin yang di maksud antara lain;
1. Meminta kembalian atas kerugian yang timbul.
2. Evaluasi internal rumah sakit.
3. Jaminan agar kasus serupa tidak boleh terulang lagi.
Namun semua permintaan itu tidak membuah kan hasil dan gagal di mediasikan, lalu keesokan harinya pihak manajemen rumah sakit kembali menghubungi saudara Rizky dan terjadi lah cekcok saling adu argumen dengan pihak management Rsu Setia Budi.
” Tidak sampai disini ungkap rizky. Ingat bahwa permasalahan ini akan saya bawa kemana saja untuk mendapatkan keadilan. Peristiwa kelalaian ini acap kali terjadi, ada juga korban bayi sebelum nya yang berdomisili di rimbo ilir yang di tangani rumah sakit ini, lebih parah kecewa nya dari saya, bahkan cidera nya sampai sekarang. Saya akan Buat laporan dan tempuh jalur hukum atas kelalaian rumah sakit ini, agar tidak ada lagi korban lain di kemudian hari”, tutup nya. **(R)






