REPELITA.ONLINE – Dugaan adanya makanan dan buah-buahan yang tidak layak konsumsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, menjadi perhatian masyarakat setelah muncul laporan dari sejumlah sumber pada Jumat (05/06/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pemberitaan media online dan dokumentasi foto dan video yang diterima redaksi, makanan di distribusikan oleh dapur MBG yang berlokasi di Jalan 28 Poros Unit 1, Desa Perintis Jaya, diduga terdapat beberapa item makanan dan buah-buahan yang kondisinya tidak layak untuk dikonsumsi.
Paket makanan tersebut diketahui diperuntukkan bagi siswa-siswi SMP Negeri 31 dan SMK Tunas Harapan di Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pihak sekolah menemukan sejumlah makanan dan buah-buahan yang diduga telah mengalami kerusakan dan Informasi tersebut juga diperkuat oleh keterangan pihak sekolah yang menyatakan makanan yang dianggap tidak layak tersebut tidak diberikan kepada siswa.
Sebagai langkah antisipasi, makanan dan buah-buahan yang diduga bermasalah itu dikembalikan kepada pihak penyedia MBG guna menghindari risiko yang dapat membahayakan kesehatan peserta didik.
Menanggapi informasi yang beredar, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Akbar, memberikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut bukanlah kondisi yang berlangsung saat ini dan sudah lama hanya merupakan insiden yang bersifat terbatas.
“Kalau pun itu terjadi, persentasenya sangat kecil dibanding jumlah penerima manfaat yang kami layani, sekitar 2.600-an penerima manfaat. Kami selalu berupaya teliti dan terus melakukan perbaikan dalam menyiapkan setiap porsi makanan bagi para penerima manfaat,” ujar Akbar saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap proses penyediaan makanan guna memastikan kualitas serta keamanan pangan yang disalurkan kepada para siswa penerima manfaat program MBG.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Sugeng selaku pemilik Yayasan Jambi Madani Sejahtera yang disebut terkait dalam pengelolaan program tersebut belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp telah dilakukan, namun belum mendapat respons. **(R)








