Repelita.online // Samosir – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Kabupaten Samosir berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di Kezia Beach. Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Samosir Ir. Vandiko T. Gultom dan Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, sebagai bentuk dukungan dan sinergitas pemerintah daerah dengan insan pers, Minggu 09 September 2026.
Turut hadir Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon, Kasi Humas Polres Samosir R. Simarmata, para asisten bupati, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, pimpinan OPD, organisasi kepemudaan, serta puluhan wartawan yang bertugas di Kabupaten Samosir. Peringatan HPN tahun ini mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.”
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan bahwa pers merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga demokrasi dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi wartawan.
“Pemerintah siap mendukung peningkatan kompetensi wartawan. Kita saling membutuhkan, pers membutuhkan informasi dan pemerintah membutuhkan pers untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar Vandiko.
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk juga mengapresiasi peran pers sebagai profesi mulia yang diharapkan semakin profesional, objektifi, dan berimbang dalam menyampaikan informasi, sekaligus berperan aktif mempromosikan potensi pariwisata Kabupaten Samosir.
Sementara itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, secara khusus menaruh harapan agar Pemerintah Kabupaten Samosir dapat memfasilitasi peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Kami sangat berharap dukungan Pemkab Samosir untuk memfasilitasi UKW. Wartawan sudah mendarah daging menulis, namun jangan sampai terhambat karena tidak memiliki sertifikasi kompetensi,” ujar Tetty.
Tetty menegaskan, pers tidak bertujuan mencari kesalahan dalam pemberitaan, melainkan berkontribusi membangun daerah melalui informasi dan kritik yang konstruktif.
“Kami berharap pemerintah tidak anti kritik. Dengan komunikasi yang baik, pemberitaan akan lebih berimbang. Pers hadir untuk kepentingan publik dan pembangunan daerah,” tambahnya.
Peringatan HPN di Samosir ditutup dengan pemotongan kue sebagai simbol kebersamaan, sekaligus menjadi momentum refleksi bagi insan pers untuk terus meningkatkan profesionalisme, etika jurnalistik, dan tanggung jawab sosial. **(R)






