REPELITA.ONLINE, TEBO – Seorang santri berinisial M.R (15) harus dilarikan ke rumah sakit setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah senior di asrama Pondok Pesantren Al-Inayah yang berada di Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.
Korban saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Jabal Rahmah akibat mengalami sakit pada bagian perut dan muntah-muntah setelah diduga dipukul serta diinjak-injak oleh para seniornya.
Informasi yang dihimpun media, kejadian tersebut terjadi pada Rabu dini hari (04/03/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di depan asrama tempat korban tinggal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa ini diduga dipicu oleh hilangnya sebuah handphone milik salah satu senior yang sebelumnya sedang diisi daya (di-cas) di asrama tersebut. Tanpa kepastian, para senior kemudian menaruh kecurigaan kepada korban.
Diduga karena tidak menerima kehilangan tersebut, beberapa senior kemudian melampiaskan kemarahan dengan melakukan penganiayaan terhadap korban.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sakit hebat di bagian perut hingga muntah-muntah, sehingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Yang menjadi sorotan, hingga saat ini belum terlihat adanya perwakilan dari pihak pondok pesantren yang datang menjenguk korban di rumah sakit, sehingga menimbulkan tanda tanya dari pihak keluarga.
Kasus dugaan penganiayaan di lingkungan pendidikan berbasis asrama ini kini menjadi perhatian masyarakat. Banyak pihak berharap pihak pengelola pesantren segera memberikan klarifikasi serta mengambil langkah tegas terhadap para pelaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pondok Pesantren Al-Inayah belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. **(R)








