TEBO – Seorang santri berinisial M.R (15) harus dilarikan ke rumah sakit setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah senior di asrama Pondok Pesantren Al-Inayah yang berada di Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.
Korban saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Jabal Rahmah akibat mengalami sakit pada bagian perut dan muntah-muntah setelah diduga dipukul serta diinjak-injak oleh para seniornya.
Berikut klarifikasi penuh dari pihak Pesantren Al-inayah 3 menanggapi permasalahan tersebut ;
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

” Selamat siang Bang, saya mewakili pihak Pesantren Al Inayah 3 ingin menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang sedang beredar.
Memang benar telah terjadi perkelahian antara dua santri pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB di area asrama. Pagi harinya korban melapor kepada pengawas pesantren, dan pihak pesantren langsung membawa korban ke dokter terdekat untuk pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaan dokter umum, disampaikan bahwa korban mengalami muntah yang kemungkinan disebabkan oleh asam lambung yang naik. Tidak ditemukan muntah darah ataupun tanda kondisi darurat, namun dokter tetap menyarankan pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis penyakit dalam apabila diperlukan.
Pihak pesantren juga langsung menghubungi keluarga korban dan keluarga santri yang terlibat. Dari komunikasi awal, keluarga korban menyampaikan bahwa permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Saat ini pihak pesantren juga siap memfasilitasi proses mediasi antara kedua belah pihak agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik.
Perlu kami sampaikan juga bahwa pesantren telah melakukan pengawasan dengan maksimal, di antaranya melalui pemasangan CCTV yang aktif 24 jam di berbagai titik serta penugasan 2-3 guru pengawas di setiap kompleks asrama.
Saat ini pihak pesantren juga telah mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat untuk memastikan kondisi korban serta melanjutkan proses komunikasi dan penyelesaian bersama keluarga.
Kami sangat terbuka apabila rekan media ingin melakukan konfirmasi langsung kepada pihak pesantren agar informasi yang disampaikan kepada publik dapat lebih utuh dan berimbang”, balasannya.
Namun orang tua korban, saat memberikan informasi melalui telepon seluler mengatakan, “Itu pesantren mau lepas tangan kalau begitu, anak saya di keroyok oleh beberapa orang, bukan satu lawan satu. Memang ada pihak Pesantren yang datang, namun belum ada proses untuk penyelesaian tentang masalah ini”,tutupnya.**(R)








