REPELITA.ONLINE – Anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi perhatian serius berbagai pihak. Dalam rapat dan konferensi pers yang digelar bersama wakil menteri Pertanian, Asosiasi petani sawit, Gabungan pengusaha sawit dan Satgas Pangan Bareskrim polri, disampaikan sejumlah kesimpulan terkait kondisi turunnya harga sawit yang saat ini dikeluhkan para petani.
Dalam hasil kesimpulan rapat disebutkan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya gejolak harga adalah efek psikologis pasar akibat kekhawatiran dan ketidakpastian terhadap kebijakan baru ekspor satu pintu melalui PT DSI sebagai pengelola dan pengawas kegiatan ekspor CPO.
Pihak terkait menjelaskan bahwa PT DSI akan menjalankan pengawasan ekspor sawit secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan tanpa melakukan pungutan ataupun mengambil keuntungan dari proses transaksi ekspor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk menjaga stabilitas industri sawit nasional, pemerintah juga menetapkan masa transisi pelaksanaan kebijakan ekspor satu pintu. Tahap awal transisi dimulai pada 1 Juni hingga 31 Agustus 2026, di mana kegiatan ekspor tetap berjalan normal sambil dilakukan evaluasi selama tiga bulan. Sementara implementasi penuh direncanakan mulai berlaku pada 1 Januari 2027.
Dalam konferensi pers tersebut juga ditegaskan bahwa apabila ditemukan dugaan pelanggaran aturan dalam kegiatan ekspor sawit, maka Kementerian Pertanian dapat memberikan sanksi sesuai ketentuan Permentan Nomor 13 Tahun 2024. Bahkan, pengawasan akan melibatkan Satgas Pangan Polri apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.
Meski demikian, selama masa transisi berlangsung para pelaku usaha hilir industri sawit, baik refinery maupun eksportir, tetap diperbolehkan menjalankan aktivitas usaha seperti biasa hingga tahapan transisi selesai diterapkan.
Melalui hasil rapat tersebut, seluruh pihak berharap harga pembelian TBS sawit petani dapat kembali menyesuaikan dengan harga acuan CPO di masing-masing wilayah sehingga kondisi ekonomi petani sawit segera membaik.
“Semoga harga TBS petani sawit cepat sembuh,” menjadi harapan bersama yang disampaikan dalam konferensi pers tersebut. **(R)








