72 Siswa SD dan TK di Jambi Keracunan MBG, Korban Terus Bertambah, Pihak Yayasan Klaim Sudah Penuhi SOP

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sengeti – Siswa yang jadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sengeti tercatat 72 siswa. Hingga kini korban terus bertambah dirawat di RSUD Ahmad Ripin Sengeti.

Insiden keracunan MBG ini terjadi pada Jumat, (30/01/2026). Setidaknya ada 7 sekolah yang terdampak akibat sajian menu soto pihak SPPG.

Wajah lesu diiringi isak tangis orangtua saat mendampingi anaknya dirawat menyelimuti suasana di ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Ahmad Ripin.

Bukan hanya siswa yang jadi korban, tetapi nenek dan adik siswa turut jadi korban, usai menyantap makanan sisa yang dibawa ke rumah.

Yayasan Aziz Rukiyah Amanah, sebagai pengelola SPPG ini mengklaim semua makanan yang disajikan telah sesuai aturan dan standar operasional.

Menu yang disajikan kepada siswa merupakan soto. Pihak SPPG membantah makanan sudah basi dan hasil daur ulang.

“Sudah sesuai aturan. Kita juga masih mendata. Total kita layani 28 sekolah,” ucap Akbar Amrullah, Kepala SPPG Sengeti.

Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno usai menjenguk para korban meyakinkan bahwa seluruhnya akan dirawat intensif.

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menjamin seluruh biaya perobatan akan ditanggung pemerintah.

“Kita fokus pada penanganan dulu. Semuanya gratis,” ucap Bambang.

Satu di antara orangtua Siswa, Riska, menyampaikan gejala terhadap anaknya terlihat usai pulang dari sekolah.

Anaknya mengalami sakit dada, muntah-muntah hingga mencret. Awalnya ia mengira ini penyakit biasa. Namun setelah tidak mengalami perubahan, akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Riska menyadari bahwa anaknya keracunan setelah anak tetangganya mengalami hal serupa.

Kondisi ini membuatnya, trauma akan program MBG yang membuatnya kuatir dengan kondisi anaknya.

“Kalau bisa tidak usah lagi ada MBG,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Dugaan Pengalihan Sungai di Lahan Pribadi, Tim PPNS DLH-Hub Tebo Lakukan Penyelidikan
Proyek Pembangunan Oprit Jembatan Desa Teluk Kayu Putih Terkesan Asal Jadi
Wops! Nama Gubernur Disebut-sebut di Sidang Korupsi DAK Disdik Provinsi Jambi
Taman Wisata Rivera Park Kembali Terancam Rusak Akibat Pertambangan Emas Tanpa Izin
Panitia Minta Penyidik Segera Tuntaskan Laporan Ricuh Musda Golkar Sumut
Diduga Minim Peminat, Sehari Jelang Penutupan Pendaftaran Balon Kades Negara Beringin Dikabarkan Baru Dua Calon Kandidat Lengkapi Berkas
Dugaan Adanya Pengalihan Sungai Di Kecamatan Rimbo Ulu, Pemilik Lahan Dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Tebo
Mesin Penghisap Ternyata Belum Dipasang Dalam Proyek Drainase SD Al Washliyah Tebo

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Pengalihan Sungai di Lahan Pribadi, Tim PPNS DLH-Hub Tebo Lakukan Penyelidikan

Rabu, 11 Februari 2026 - 23:11 WIB

Proyek Pembangunan Oprit Jembatan Desa Teluk Kayu Putih Terkesan Asal Jadi

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:09 WIB

Wops! Nama Gubernur Disebut-sebut di Sidang Korupsi DAK Disdik Provinsi Jambi

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:38 WIB

Taman Wisata Rivera Park Kembali Terancam Rusak Akibat Pertambangan Emas Tanpa Izin

Senin, 9 Februari 2026 - 23:02 WIB

Diduga Minim Peminat, Sehari Jelang Penutupan Pendaftaran Balon Kades Negara Beringin Dikabarkan Baru Dua Calon Kandidat Lengkapi Berkas

Berita Terbaru

KEMENTERIAN

BNN HADIRI ENTRY MEETING PEMERIKSAAN BPK RI DI LINGKUNGAN DJPKN I

Kamis, 12 Feb 2026 - 10:54 WIB