REPELITA.ONLINE – Rencana penerapan sistem parkir elektronik (e-Parkir) di kawasan Pasar Sarinah, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, mulai menuai penolakan. Pada Kamis malam (16/7/2026), beton yang diduga akan digunakan sebagai pondasi fasilitas e-Parkir dilaporkan dirusak oleh sejumlah warga di kawasan pasar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tersebut dipicu karena sebagian masyarakat menilai keberadaan beton itu menghalangi akses jalan. Selain itu, warga juga mempertanyakan belum adanya rambu-rambu maupun penjelasan yang dianggap memadai mengenai pembangunan fasilitas tersebut.
Sejumlah pedagang dan masyarakat juga menyampaikan keberatan terhadap rencana penerapan sistem e-Parkir. Beragam komentar penolakan bermunculan dengan alasan dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas pasar dan menambah beban bagi pengguna jasa parkir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (LH-Hub) telah menggelar sosialisasi penerapan sistem e-Parkir di Aula Kantor Camat Rimbo Bujang pada 25 Juni 2026. Program tersebut direncanakan diterapkan di kawasan Pasar Sarinah dan Terminal Rimbo Bujang dengan menggandeng vendor PT Brilian Inovasion Sistem sebagai pengelola transaksi parkir elektronik.
Dalam sosialisasi itu, Kepala Dinas LH-Hub Kabupaten Tebo, Eriyanto, menyampaikan bahwa uji coba sistem e-Parkir dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026 selama tiga bulan. Menurutnya, digitalisasi parkir bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi pengelolaan retribusi, serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Saat sosialisasi, beberapa tokoh masyarakat Pasar Sarinah juga sempat menyatakan dukungannya terhadap program tersebut selama dapat meningkatkan PAD. Namun, ia berharap petugas parkir yang selama ini bekerja tetap dilibatkan sebagai tenaga kerja oleh pihak vendor.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas LH-Hub Kabupaten Tebo maupun pihak rekanan pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait perusakan beton tersebut maupun tanggapan atas penolakan sebagian masyarakat. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan akan memperbarui pemberitaan apabila telah diperoleh keterangan resmi. **(R)
Penulis : Andi Putra Jambi







