REPELITA.ONLINE – Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi perhatian publik setelah beredarnya video dan pemberitaan di media sosial terkait proses penilaian peserta.
Menanggapi hal tersebut, Sekretariat Jenderal MPR RI secara resmi telah menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang memicu kontroversi dalam pelaksanaan lomba tersebut.
Dalam pernyataannya, MPR RI menegaskan bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda melalui LCC Empat Pilar harus menjunjung tinggi sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai tindak lanjut, MPR RI menyebut telah menonaktifkan Dewan Juri dan Master of Ceremony (MC) yang bertugas pada kegiatan tersebut. Selain itu, evaluasi menyeluruh juga dilakukan terhadap mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola keberatan dalam perlombaan.
Langkah evaluasi ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang berjalan lebih transparan, akuntabel, dan profesional.
MPR RI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, panitia daerah, serta masyarakat yang turut memberikan perhatian dan masukan terhadap pelaksanaan kegiatan kebangsaan tersebut.
Pihak MPR menegaskan bahwa kritik dan masukan publik akan dijadikan bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas pendidikan kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas.
“Masukan publik menjadi bagian penting untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan kegiatan serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan,” demikian isi pernyataan klarifikasi tersebut. **(R)







