MUARA BUNGO — Konflik internal di BPBD–Kesbangpol Kabupaten Bungo kembali mencuat setelah Kabid Darlog Tejo terpaksa menggadaikan 1 unit Fire Jeep (Toyota Hilux), 1 unit Motor Honda Verza, dan 2 unit Laptop operasional. Sumber internal menyebutkan, tindakan ini merupakan upaya terakhir menutupi kekurangan dana operasional BBM dan SPPD yang habis digunakan untuk kepentingan pimpinan, Zainadi, S.Pd MM.
Ketegangan tidak hanya muncul dari tekanan pimpinan. Kabid Darlog sebelumnya, Gunawan, S.Sos, menolak membuat SPJ fiktif, yang menurut sumber internal, memicu tindakan disipliner yang dianggap tidak objektif. Penolakan ini menjadi pemicu awal konflik internal yang kini merembet ke pegawai lapangan dan tenaga sukarela (TRC/TKS).
Situasi memuncak ketika Tejo dipukul oleh penagih hutang terkait aset yang digadaikan. Insiden ini sempat meluas dan memicu kegaduhan internal, menyoroti lemahnya pengawasan KPA. Sistem keuangan di BPBD tidak memfasilitasi peran KPA secara optimal, sehingga pengawasan penggunaan dana proyek, DSP, dan operasional pemadaman kebakaran tidak berjalan efektif. Akibatnya, sebagian alokasi BBM justru digunakan untuk kepentingan pimpinan, bukan petugas lapangan yang menjadi ujung tombak pemadaman kebakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek kebencanaan senilai Rp 82 juta dan dana DSP ±Rp 500 juta juga menjadi sorotan. Praktik pengelolaan yang tidak transparan ini membuka celah potensi tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
Pengamat tata kelola pemerintahan menyatakan, “Situasi ini memperlihatkan lemahnya kontrol internal dan risiko penyalahgunaan wewenang di level pimpinan. Aparat penegak hukum perlu menindaklanjuti agar akuntabilitas dan transparansi tetap terjaga.”
Hingga kini, Zainadi, S.Pd MM, belum memberikan klarifikasi resmi mengenai dugaan penggadaian aset dan pengelolaan dana proyek. Publik menunggu langkah tegas, baik dari internal pemerintah maupun aparat penegak hukum, untuk mengembalikan kepercayaan terhadap pengelolaan aset dan anggaran daerah.








