REPELITA.ONLINE – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2026 hingga akhir Juli masih tergolong rendah, terutama pada sektor belanja modal yang baru terealisasi 4,35 persen dari total pagu anggaran. Data tersebut tercantum dalam Portal Data APBD Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan dengan data yang diterima SIKD per 30 Juli 2026.
Berdasarkan data tersebut, total Pendapatan Daerah Kabupaten Tebo dianggarkan sebesar Rp939,24 miliar, dengan realisasi mencapai Rp408,56 miliar atau 43,50 persen.
Rinciannya meliputi:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp122,24 miliar, terealisasi Rp77,09 miliar (63,07%).
2. Pajak Daerah: Rp44,92 miliar, realisasi Rp31,27 miliar (69,61%).
3. Retribusi Daerah: Rp44,32 miliar, realisasi Rp23,88 miliar (53,89%).
4. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp 11 miliar, realisasi Rp11,53 miliar (104,79%).
5. Lain-lain PAD yang Sah: Rp 22 miliar, realisasi Rp10,41 miliar (47,33%).
Sementara itu, pendapatan yang bersumber dari Transfer Pemerintah Pusat (TKDD) dianggarkan sebesar Rp774,29 miliar dan telah terealisasi Rp313,13 miliar atau 40,44 persen. Adapun Pendapatan Lainnya terealisasi Rp18,33 miliar dari pagu Rp42,71 miliar atau 42,92 persen.
Di sisi belanja, total Belanja Daerah Kabupaten Tebo sebesar Rp1,099 triliun baru terealisasi Rp395,25 miliar atau 35,96 persen.
Rinciannya sebagai berikut:
1. Belanja Pegawai: Rp456,35 miliar, realisasi Rp230,29 miliar (50,46%).
2. Belanja Barang dan Jasa: Rp251,93 miliar, realisasi Rp92,01 miliar (36,52%).
3. Belanja Modal: Rp189,67 miliar, realisasi baru Rp8,26 miliar atau 4,35 persen.
4. Belanja Lainnya: Rp201,30 miliar, realisasi Rp64,69 miliar (32,14%).
Pada kelompok belanja lainnya, realisasi antara lain:
– Belanja Bagi Hasil: 0%.
– Belanja Bantuan Keuangan: 37,72%.
– Belanja Bunga: 6,90%.
– Belanja Hibah: 8,25%.
– Belanja Tidak Terduga: 29,05%.
Sementara pada sektor pembiayaan, Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp180 miliar hingga akhir Juli masih belum terealisasi. Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Daerah dari pagu Rp19,99 miliar telah terealisasi Rp 5 miliar atau 25 persen, yang digunakan untuk pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo.
Rendahnya realisasi Belanja Modal yang baru mencapai 4,35 persen menjadi sorotan karena anggaran tersebut umumnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pengadaan aset, dan investasi pemerintah daerah yang berdampak langsung pada pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi daerah. Data ini merupakan realisasi APBD Kabupaten Tebo hingga Juli 2026 sebagaimana dipublikasikan melalui Portal Data APBD DJPK Kementerian Keuangan. **(R)










