Sengeti -Satgas Pangan Provinsi Jambi langsung melakukan investigasi atas kejadian keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sengeti Muaro Jambi.
“Satgas saat ini sedang melakukan investigasi, kemudian sampel makanan telah diberikan ke dinkes Muaro Jambi untuk dilakukan observasi lebih lanjut,” ucap Johansyah, Ketua Satgas Pangan Provinsi Jambi.
Pihak satgas pun langsung menghentikan operasional dapur sementara waktu.
“Proses investigasi masih berjalan. Operasional dapur akan dievaluasi kembali dan diberhentikan sementara sampai investigasi selesai serta dinyatakan aman oleh tim terkait,” katanya.
Saat ini, berdasarkan data terbaru, korban keracunan MBG bertambah jadi 85 orang. Dua di antaranya merupakan guru, yang mencicipi makanan sebelum disajikan kepada siswanya.
Korban diprediksi terus bertambah, di mana seja sore korban keracunan MBG terus bertambah. Para korban dirawat di RSUD Ahmad Ripin Sengeti.
Insiden keracunan MBG ini terjadi pada Jumat, (30/01/2026). Setidaknya ada 7 sekolah yang terdampak akibat sajian menu soto pihak SPPG.
Wajah lesu diiringi isak tangis orangtua saat mendampingi anaknya dirawat menyelimuti suasana di ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Ahmad Ripin.
Bukan hanya siswa yang jadi korban, tetapi nenek dan adik siswa turut jadi korban, usai menyantap makanan sisa yang dibawa ke rumah.
Sebelumnya, Yayasan Aziz Rukiyah Amanah, sebagai pengelola SPPG ini mengklaim semua makanan yang disajikan telah sesuai aturan dan standar operasional.
Menu yang disajikan kepada siswa merupakan soto. Pihak SPPG membantah makanan sudah basi dan hasil daur ulang.
“Sudah sesuai aturan. Kita juga masih mendata. Total kita layani 28 sekolah,” ucap Akbar Amrullah, Kepala SPPG Sengeti.
Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno usai menjenguk para korban meyakinkan bahwa seluruhnya akan dirawat intensif.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menjamin seluruh biaya perobatan akan ditanggung pemerintah.
“Kita fokus pada penanganan dulu. Semuanya gratis,” ucap Bambang.






