REPELITA.ONLINE – Suasana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jaya Mulya Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo mulai memanas setelah muncul dugaan isu praktik politik uang yang menyeret salah satu pasangan calon kepala desa nomor urut 1.
Di tengah masyarakat, beredar isu bahwa Paslon nomor 1 diduga pernah bercanda dengan perangkat desa mengenai kesiapan dana hingga Rp100 juta demi meraih kemenangan dalam Pilkades Jaya Mulya. Isu tersebut semakin menjadi perhatian warga karena dikaitkan dengan total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Desa Jaya Mulya yang mencapai 2.713 pemilih.
Selain itu, masyarakat juga mulai membicarakan dugaan adanya pembagian uang sekitar Rp 50 ribu per suara kepada pemilih. Hingga kini, informasi tersebut masih sebatas isu yang berkembang di tengah masyarakat dan belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari rekaman voice note salah seorang masyarakat Desa Suka Jaya kepada tim redaksi mengatakan,
“Kalau money politik itu sudah center sekali memang dimana-mana, timnya sudah mengajak untuk dikasi uang, itu memang sudah” bebernya.
Tim media masih mencoba menghubungi ketua tim pemenangan Pak Eko guna meminta tanggapan terkait isu yang beredar tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, baik calon nomor 1 belum memberikan respons maupun klarifikasi ketika dihubungi via whatsapp.
Masyarakat berharap seluruh proses Pilkades Jaya Mulya dapat berjalan secara jujur, adil, aman, dan sesuai aturan yang berlaku tanpa adanya praktik-praktik yang mencederai demokrasi di tingkat desa.
Pilkades sendiri diharapkan menjadi ajang demokrasi yang sehat dalam memilih pemimpin desa yang mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Jaya Mulya. **(R)








