REPELITA.ONLINE, TEBO – Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GEMA-TIPIKOR) resmi melaporkan Kepala Sekolah SD Negeri 116/VIII Pemayongan Atas Dugaan Pungutan Liar dan Penyalahgunaan Dana BOS pada sekolah tersebut yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, Rabu (03/03/2026).
Langkah sebelumnya, Gema-Tipikor telah melakukan pertemuan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tebo dengan pihak sekolah SD Negeri 116 Pemayongan yang di fasilitasi oleh Sekdis, Kabid PUAP dan dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah Bapak Saiful Amri, namun pihak Komite tidak ada satupun yang ikut hadir.

Untuk diketahui, Pungutan uang komite bagi siswa wali murid di patok sebesar Rp.60.000/bulannya ditambah lagi uang bangunan sebesar Rp.700.000 untuk siswa SMP dan Rp.600.000 untuk siswa SD serta Pungutan Buku dan Baju bagi Siswa baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jumlah siswa yang terdaftar di Dapodik Sekolah tersebut sebanyak 762 Siswa, 424 siswa laki-laki dan 338 siswa perempuan.Dan sekolah tersebut memiliki 5 (lima) tempat kelas jauh yang tersebar di wilayah Desa Pemayongan. Namun fakta di lapangan, diduga masih ada beberapa siswa yang belum terdaftar di Dapodik sekolah tersebut.
Menanggapi Dugaan dan Permasalahan tersebut, Pak Saiful pun turut menjelaskan tentang kondisi guru dan siswa di sekolah yang di pimpinnya, “ada yang masih proses pindah sekolah, dan urusan administrasi kependudukan”,terang Pak Saiful.

“mereka yang memungut uang atas nama komite, tidak ada satupun yang saya berikan Surat Keputusan (SK) dan mereka di tunjuk sendiri oleh masyarakat” tutupnya.
Hendriyanto selalu pelapor, melalui DR.M.Azri SH.MH mengatakan kepada media ini, “sesuai dengan Putusan Nomor 3/PUU-XXII/2024 yang dibacakan 27 Mei 2025 memutuskan pemerintah pusat dan daerah wajib menggratiskan pendidikan dasar (SD-SMP) baik di sekolah negeri maupun swasta, Tidak boleh ada pungutan apapun sejenisnya”, pungkasnya.
Kami berharap kepada Polres Tebo sub Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) agar serius untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas laporan kami, tutupnya. **(R)








