REPELITA.ONLINE – Data postur APBD Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2026 mulai menjadi perhatian publik setelah realisasi anggaran hingga Mei 2026 menunjukkan ketimpangan antara belanja pegawai dan belanja modal pembangunan.
Berdasarkan data APBD murni yang diterima dari Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 08 Mei 2026, total pendapatan daerah Kabupaten Tebo tercatat sebesar Rp939,24 miliar dengan realisasi baru mencapai Rp44,43 miliar atau sekitar 4,73 persen.
Sementara itu, total belanja daerah dianggarkan sebesar Rp1,099 triliun dengan realisasi mencapai Rp68,74 miliar atau 6,25 persen. Untuk Dinas Sekretariat Daerah terdapat beberapa realisasi yang menjadi sorotan, diantarnya Belanja alat pendingin, Belanja Mebel dan Belanja Souvernir mencapai Rp1,23 miliar yang output nya tidak berdampak langsung kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut menjadi sorotan adalah tingginya realisasi belanja pegawai dibandingkan belanja modal pembangunan. Dalam data tersebut, belanja pegawai dianggarkan Rp456,35 miliar dan telah terealisasi Rp46,18 miliar atau 10,12 persen.
Berbeda jauh dengan belanja modal yang menjadi penunjang pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik. Dari total anggaran Rp189,67 miliar, realisasi hingga Mei 2026 baru mencapai Rp0,18 miliar atau hanya 0,09 persen.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait percepatan pembangunan daerah, terutama di tengah harapan masyarakat terhadap peningkatan infrastruktur jalan, pelayanan publik, hingga pembangunan desa.
Selain itu, belanja barang dan jasa tercatat memiliki anggaran Rp251,93 miliar dengan realisasi Rp18,45 miliar atau 7,32 persen.
Di sisi pendapatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tebo dianggarkan sebesar Rp122,24 miliar dan baru terealisasi Rp1,79 miliar atau 1,46 persen. Sumber PAD terbesar masih berasal dari pajak daerah dengan realisasi Rp1,76 miliar.
Sedangkan dana transfer pusat melalui TKDD mencapai pagu Rp774,29 miliar dengan realisasi Rp39,68 miliar atau 5,12 persen.
Masyarakat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tebo dapat mempercepat realisasi program pembangunan agar APBD benar-benar berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat, bukan hanya terserap pada belanja rutin pemerintahan. **(R)








