Kolaborasi antara Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tanjung Jabung Timur menghadirkan secercah harapan baru bagi masyarakat kurang mampu. Program bedah rumah ini tidak hanya membangun fisik hunian, tetapi juga menghidupkan kembali harapan dan martabat kehidupan, dengan melibatkan warga binaan sebagai tenaga teknis.
Program tersebut menyasar rumah milik Suyono, yang selama ini tinggal di hunian sederhana berukuran 4×6 meter dengan kondisi jauh dari kata layak. Rumah itu hanya memiliki satu kamar dengan fasilitas terbatas dan tanpa dapur yang memadai.
Dalam kolaborasi ini, BAZNAS Tanjung Jabung Timur menyediakan seluruh kebutuhan bahan bangunan. Sementara itu, Lapas Narkotika Muara Sabak mengerahkan “Pasukan Merah Putih”, yakni warga binaan yang telah memiliki keterampilan konstruksi, terlatih, bahkan telah mengantongi sertifikasi keahlian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berkat semangat gotong royong, rumah tersebut kini mengalami perubahan signifikan. Dari ukuran awal 4×6 meter, kini berdiri rumah baru berukuran 4×8 meter yang dilengkapi dua kamar tidur serta dapur yang layak. Perubahan ini tidak hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga memberikan rasa aman dan kebanggaan bagi penghuninya.
Suyono, penerima manfaat, tak kuasa menahan haru. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.
“Dulu rumah saya sempit dan sering bocor kalau hujan. Sekarang sudah bagus, ada dua kamar, dapur juga layak. Saya tidak pernah membayangkan bisa punya rumah seperti ini. Terima kasih untuk semua pihak, terutama BAZNAS dan Lapas,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Tanjung Jabung Timur, Drs. H. Syarifudin, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pemanfaatan dana zakat untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kami percaya zakat tidak hanya soal bantuan, tetapi juga tentang mengangkat harkat hidup masyarakat. Kolaborasi dengan Lapas ini membuktikan bahwa sinergi lintas sektor mampu memberikan dampak luar biasa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, M. Askari Utomo, menyampaikan bahwa keterlibatan warga binaan merupakan bagian dari pembinaan kemandirian.
“Warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan agar dapat kembali ke masyarakat dengan kemampuan yang bermanfaat. Melalui program ini, mereka berkontribusi nyata dan merasa dihargai,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Pasukan Merah Putih” menjadi simbol bahwa warga binaan mampu menjadi agen perubahan, bahkan dalam keterbatasan.
Apresiasi juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar. Ia menyebut program ini sebagai inovasi pembinaan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Ini bukan sekadar bedah rumah, tetapi bedah kehidupan. Kita melihat bagaimana pembinaan di lapas bisa menyentuh masyarakat secara nyata. Inilah wajah pemasyarakatan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Keberhasilan program ini bahkan mendapat perhatian dan pujian dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi, Kalapas Narkotika Muara Sabak bersama jajaran Kanwil Ditjenpas Jambi diundang secara khusus untuk menerima penghargaan atas inovasi dan kontribusi sosial tersebut.
Program ini menjadi bukti bahwa di balik tembok lapas, tumbuh semangat perubahan, kepedulian, dan harapan. Kolaborasi antara Lapas dan BAZNAS diharapkan terus berlanjut serta menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan program kemanusiaan yang berdampak luas.








